Tips Berinvestasi agar Tidak Rugi ketika Ekonomi Menurun

berinvestasi

Banyak orang yang memutuskan untuk menyimpan penghasilannya dengan cara investasi. Dengan berinvestasi membuat orang lebih untung karena selain mendapatkan hasil dari gaji, akan mendapatkan untung dari investasi yang dimiliki. Ada banyak investasi yang dapat dipilih, baik itu investasi saham, properti, logam mulia, dan lain sebagainya. Berinvestasi, tentunya memberikan keuntungan, tapi tidak semua orang yang melakukan investasi dapat untung. Hal ini bisa terjadi jika investasi yang dilakukan sedang dalam keadaan ekonomi yang menurun. Terkadang dengan adanya ekonomi yang menurun membuat orang merasa resa dengan investasi yang dimiliki sehingga bertindak lebih cepat untuk menjual investasi yang dimiliki. Perlu Anda ketahui cara ini merupakan cara yang tidak tepat. Untuk Anda yang ingin berinvestasi dan tidak ingin rugi ketika ekonomi menurun, berikut ini tipsnya:

Pilih investasi jangka panjang

Investasi merupakan langkah yang dipilih oleh orang untuk mendapatkan penghasilan sampingan. Dengan berinvestasi membuat orang tidak hanya mendapatkan penghasilan dari gaji, tapi juga mendapatkan keuntungan dari investasi yang ada. Namun, investasi yang dijalankan ini tidak selamanya stabil karena keadaan ekonomi bisa saja menurun. Dengan keadaan ekonomi yang menurun, terkadang membuat investasi yang dipilih rugi. Oleh karena itu, jika Anda tidak ingin merasa rugi dengan investasi yang dipilih, maka Anda harus memilih investasi. Ada banyak investasi yang dapat Anda pilih, tapi pilihlah investasi jangka panjang. Anda dapat pilih investasi saham, raksa dana, emas, dan obligasi. Investasi jangka panjang memberikan keuntungan semakin lama Anda berinvestasi, maka semakin banyak keuntungan yang didapatkan.

Gunakan jasa konsultan keuangan

Terkadan saat ekonomi melemah para investor merasa khawatir dengan keadaan berita yang didengar. Nah, untuk meminimalisir terjadinya kerugian ketika ekonomi melemah, ada baiknya Anda harus tetap berhubungan dengan para konsultan keuangan. Dengan Anda menggunakan jasa konsultan keuangan, maka pihak konsultan akan memberikan Anda saran. Hal ini dikarenakan seorang konsultan keuangan telah memiliki pengalaman mengenai masalah keuangan sehingga akan memberikan masukan-masukan pada Anda. Pilih seorang konsultan yang memiliki sertifikat agar lebih terjamin.

Lebarkan investasi

Jika Anda terfokus pada satu investasi yang digunakan untuk jangka panjang, tapi ketika ekonomi melemah membuat investasi yang Anda miliki dijual, tentunya membuat Anda rugi. Oleh karena itu, untuk meminimalisir kerugian ketika ekonomi melemah, ada baiknya Anda melebarkan investasi Anda baik untuk jangka panjang dan pendek. Anda dapat berinvestasi dalam bentuk tabungan yang mudah untuk Anda ambil dan juga memiliki suku bunga.

Jangan panik

Saat ekonomi sedang melemah, tentunya rasa panik ada. Hal ini dikarenakan yang dipertaruhkan adalah investasi aset pribadi. Rasa panik memeng merupakan miliki manusia yang tidak dapat dihindari ketika mendengar sesuatu yang dapat membuat diri rugi. Namun, dari rasa panik ini tentunya bukan untung yang akan di dapatkan, tapi dapat membuat Anda menjadi orang yang rugi. Oleh karena itu, Anda jangan panik ketika Anda mendengar ekonomi sedang melemah dengan cara menjual investasi yang Anda miliki. Jika ini dilakukan, tentunya akan membuat Anda rugi. Untuk itu, ketika ekonomi melemah Anda jangan cepat untuk bertindak dengan menjual investasi yang ada. Hal ini dikarenakan masalah ekonomi yang melemah ini belum tentu akan berkepanjangan atau tidak.

Merencanakan jenis investasi yang cocok untuk berinvestasi merupakan salah satu cara untuk menghindari terjadinya kerugian ketika ekonomi melemah. Demikianlah beberapa tips berinvestasi agar tidak terjadi rugi ketika ekonomi melemah. Semoga bermanfaat.

Posted under Investasi Tags: ,

Pertimbangan sebelum Berinvetasi Reksa Dana

Reksa DanaBerinvestasi sama halnya kita menanamkan modal sehingga suatu saat bisa dipetik hasilnya. Contoh, berinvestasi untuk memperoleh jaminan di masa tua karena profesi sebagai seorang wirausaha tidak punya jaminan tersebut, pada saat tubuh tidak mampu lagi bekerja maka modal yang dulunya ditanam bisa dicairkan untuk memenuhi kebutuhan hidup baik itu makanan maupun obat-obatan.

Dari sekian banyak investasi yang ada, seperti investasi properti, reksa dana, saham, emas, dan obligasi, sekarang ini terhitung bahwa investasi yang termasuk paling banyak diminati adalah reksa dana. Hal ini dikarenakan modal yang digunakan untuk memulai investasi tersebut relatif minim, yaitu bisa dimulai dengan angka 100 ribu rupiah sedangkan potensi keuntungannya cukup tinggi. Jika Anda juga berminat untuk berinvestasi reksa dana, ada baiknya dipertimbangkan terlebih dahulu hal-hal di bawah ini secara masak-masak agar dapat berinvestasi dengan aman dan nyaman:

Perusahaan yang akan dipilih

Banyak perusahaan yang menawarkan produk reksa dana untuk membantu para investor dalam mengamankan uangnya supaya dapat dipergunakan dengan baik di kemudian hari. Dalam hal ini, pastikan perusahaan yang dipilih adalah perusahaan yang terpercaya agar dapat mengelola keuangan dengan baik. Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mengunjungi situs bapepam guna mendapat informasi tentang perusahaan investasi yang punya produk reksa dana yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan demikian, investasi terasa lebih nyaman karena perusahaan telah resmi atau diakui dalam menjalankan operasionalnya.

Jumlah dana yang akan diinvestasikan

Setelah perusahaan berhasil dipilih, maka hal yang juga tidak kalah penting untuk dipertimbangkan adalah jumlah modal yang ingin diinvestasikan. Seperti yang telah diketahui bahwa jumlah dana akan sangat mempengaruhi tingginya angka keuntungan yang bakal didapat. Selain itu juga, keuntungan dari investasi reksa dana dapat dipengaruhi oleh jenis reksa dana, entah itu jenis pasar uang, pendapatan tetap, campuran, ataupun saham. Untuk investasi reksa dana jenis pasa uang ialah sebesar 7%, pendapatan tetap 10%, campuran 20%, dan saham bisa lebih dari 20% per tahun. Semakin besar modal yang Anda investasikan, maka akan semakin tinggi pula potensi keuntungan yang dapat diraih (terlebih bila memilih jenis reksa dana yang menawarkan keuntungan tinggi). Menggunakan modal dalam jumlah yang banyak memang menggiurkan, tapi perlu dipertimbangkan dengan baik agar tidak membuat keuangan menjadi kacau.

Biaya yang dibebankan

Mengingat investasi ini dikelola oleh manajer investasi yang profesional dan menghasilkan keuntungan, tentu sebagai investor Anda akan dikenakan biaya baik dalam hal pembelian maupun penjualan. Tingginya biaya tergantung daripada kebijakan perusahaan, biasanya mereka akan mengenakan biaya mulai dari 0 hingga 2%. Supaya tidak menjadi penyesalan, ada baiknya ketahui terlebih dahulu berapa biaya yang dibebankan oleh perusahaan. Jangan sampai biaya yang cukup besar membuat Anda kecewa dan merasa dirugikan, sebab hal ini sudah menjadi kewajiban Anda membayar jasa perusahaan yang telah mengelola keuangan Anda dengan baik. Jika potensi keuntungan yang didapat misalnya sebesar 20% dan masa berinvestasi selama 11 tahun, tentu biaya yang senilai 2% bukan menjadi suatu kendala untuk dibayar. Artinya, besarnya biaya masih sangat seimbang dengan manfaat yang diperoleh.

Investasi reksa dana sangat cocok untuk ditekuni oleh siapa saja. Tidak hanya seorang karyawan swasta ataupun pengusaha, tetapi juga bisa mahasiswa dan ibu-ibu rumah tangga yang sekaligus ingin belajar berinvestasi. Ingat, agar investasi menguntungkan dan sesuai yang diharapkan, pastikan memilih produk asuransi yang tepat baik dari segi ekonomi maupun kebutuhan.

Posted under Investasi Tags: ,