Mengenal Beberapa Jenis Reksadana

Jenis Reksadana

Bukan saatnya lagi untuk mengabaikan investasi. Mulai sekarang, sangat disarankan menyisihkan sebagian pendapatan untuk melakukan investasi. Rumah idaman, mobil mewah, naik Haji/Umrah, sekolahkan anak di sekolah pilot/kedokteran/sekolah berbiaya mahal lainnya, atau keinginan lainnya bakal mudah dipenuhi dengan berinvestasi. Ingat, yang bisa berinvestasi bukan mereka yang berdasi & berjas saja. Semua orang bisa berinvestasi kalau ada niat & tekad yang kuat untuk mengumpulkan pendapatan.

Ketahuilah, ada investasi yang hanya bermodalkan 100 ribu rupiah saja. Benarkah? Yup, investasi tersebut adalah reksadana. Prinsip reksadana sendiri seperti ini, Anda hanya menyetorkan dana kepada Manajer Investasi (MI). Selanjutnya, pihak MI bakal menginvestasikan dana tersebut dalam portfolio efek seperti saham, obligasi, Surat Berharga Komersial, pasar uang, atau lain sebagainya. Bicara soal reksadana, umumnya reksadana sendiri terbagi atas 4 jenis di antaranya…

Reksadana Pasar Uang

Reksadana Pasar Uang berarti secara total (100%) melakukan reksadana di instrumen pasar uang. Sebagai berikut: obligasi yang jatuh tempo di bawah 1 tahun, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, instrumen pasar uang, surat berharga pasar uang, surat pengakuan hutang, dan lain sebagainya. Bisa dibilang Reksadana Pasar Uang menjadi jenis reksadana paling aman dibanding jenis reksadana lainnya. Akan tetapi, return yang bakal didapat pun terbilang minim. Kabarnya, return Reksadana Pasar Uang pada tahun 2015 tepatnya akhir Maret jumlahnya mulai dari 6.33% per tahun (kabarnya sebesar 15% per tahun).

Reksadana Pendapatan Tetap   

Reksadana Pendapatan Tetap yakni menginvestasikan dana lebih kurang 80% dari total portfolio ke dalam efek yang bersifat utang tepatnya obligasi. Tak heran jika reksadana ini sering disebut sebagai reksadana obligasi. Reksadana jenis ini cocok bagi Anda untuk berinvestasi jangka menengah antara 1 sampai dengan 3 tahun. Return dari Reksadana Pendapatan Tetap akan diberikan oleh penerbit obligasi secara rutin. Resiko dari Reksadana Pendapatan Tetap sama halnya dengan obligasi. Ketika suku bunga pasar naik, maka harga obligasi turun. Alhasil, return yang bakal diterima pun ikut turun. Kabarnya, return dari Reksadana Pendapatan Tetap sekitar 20% per tahun.

Resiko obligasi:

  • Harga obligasi berbanding dengan suku bunga, suku bunga naik maka harga obligasi turun
  • Kenaikan inflasi bakal membuat suku bunga meningkat, akhirnya mengakibatkan penurunan harga obligasi

Reksadana Campuran   

Reksadana Campuran yakni menginvestasikan dana ke dalam bentuk efek ekuitas dan efek hutang di pasar modal dan/atau instrument pasar uang. Return yang ditawarkan Reksadana Campuran sendiri cenderung di tengah-tengah Reksadana Pendapatan Tetap dan Reksadana saham (disinyalir return yang ditawarkan hingga 25% per tahunnya) sehingga resikonya pun berada di atas Reksadana Pendapatan Tetap & di bawah Reksadana Saham. Investasi Reksadana Campuran sendiri cocok untuk investasi jangka panjang antara 3 sampai 10 tahun.

Reksadana Saham

Reksadana Saham di mana Manajer Investasi (MI) akan menginvestasikan dana dari nasabah sekitar 80% ke dalam instrumen saham, sisanya dimasukkan ke dalam instrumen pendapatan tetap seperti obligasi atau ke instrumen pasar uang seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, dll. Dilihat dari return, Reksadana Saham jauh lebih tinggi atau lebih lebar dibanding jenis reksadana lainnya. Digadang-gadang, return Reksadana Saham hingga mencapai lebih dari 30% per tahunnya (tergantung dari kondisi perekonomian negara serta keputusan Manajer Investasi (MI).

Sudah mendapatkan gambaran jenis reksadana mana yang bakal dipilih? Kalau begitu, selanjutnya memilih tipe Manajer Investasi (MI) yang tepat 😀

  • Pastikan legal. MI harus memiliki izin dari otoritas pasar modal yakni Bapepam atau Otoritas Jasa Keuangan.
  • MI harus telah berdiri idealnya 4 tahun sehingga pengalamannya tidak diragukan lagi.
  • Pilih MI yang telah direkomendasi oleh orang terdekat/yang pernah/masih menjadi nasabahnya.
Posted under Investasi Jangka Panjang Tags: , , , ,